Browse >
Home / Archive: October 2008
Masih ingatkah kita dengan gedung WTC di New York, USA. Bagaimana gedung yang megah menjulang tinggi itu, hancur lebur ditabrak 2 pesawat teroris, 11 september 2001 silam. Kemudian tak lama berselang setahun kemudian tepatnya 12 oktober 2002. Indonesia di hebohkan dengan hancurnya kota Kuta-Bali atau lebih tepatnya kota Legian. Yang menyebabkan 202 orang tak berdosa meninggal dunia dan 209 orang terluka. Dimana pelakunya juga sama, teroris.
Yang tidak habis pikir, tadi sore diberitakan di sebuah televisi swasta bahwa teroris sedang mengincar perusahaan-perusahaan vital di negeri ini. Seperti Pertamina, PLN, dan sebagainya. Sehingga menjelang eksekusi mati tersangka bom Bali edisi perdana, diberlakukan penjagaan yang super ketat pada perusahaan-perusahaan tersebut. Apa sih maunya mereka? kalau katanya ingin jihad memberantas kemaksiatan dengan menghancurkan tempat-tempat maksiat seperti bar, pasar babi, dan sebagainya. Lantas kenapa mesti perusahaan BBM, perusahaan listrik yang jadi sasaran.
Waduh serius amat ngebacanya… santai donk… ambil nafas dalam-dalam…
Tidak kok, sayah tidak sedang ingin membahas tentang kebiadaban para teroris itu. Lah trus mbahas apa Ros? Begini, sejak kemarin sampai sekarang sayah dibuat pusing tujuh kelinting . Rasanya ingin marah, ingin teriak:
TidaaaakKKKkk………………!!!!
Lo kenapa Ros? heyaitu, soalnya kemarin blog merah-hitam ini ‘hancur-lebur’ berantakan. Kok bisa Ros? heyaitu, maksud hati ingin ganti tempe penyet *huyuh* maksudnya mau ganti template. Soalnya blog sayah ini berat waktu di buka juga waktu loading. Mungkin sajah karena templatenya. Karena kebodohan sayah yang ganti template hanya bermodal menduga-duga itu, seluruh widget dihapus oleh empunya, bloggerdotcom. Bisa dibayangkan bukan, gimana bila sobat nyang ngalaminya, bukan cuma pusing tujuh keliling tapi sejuta keliling kali ya hehe.
Sempat terbesit dalam dada *hallah bahasanya* kalau sayah akan meninggalkan blog ini dan tidak akan membuat baru lagi. Dalam artian sayah berhenti untuk selamanya dari dunia perbloggingan. Tapi sepertinya sangat dan sangat berat meninggalkannnya. Karena banyak manfaat yang sayah dapat dari ngeblog inih, yang tidak pernah ada di dunia nyata. So, dengan sabar dan telatennya *menghela nafas* sayah menata kembali satu per satu . Dan dengan sangat terpaksa tetap menggunakan template merah-hitam inih. Meski harus terima kenyataan blog sayah berat untuk dibuka.
Tapi dibalik kehancuran blog sayah ada hikmahnya juga ya. Sayah jadi bisa posting yang gak penting banget hari ini, hehe. Oia ada nyang bisa kasih solusi gak, kenapa blog sayah ini loadingnya berat? *cari dukun blog* padahal sudah banyak widget yang sayah buang, kenapa yaa? Tulisan Ini Telah dihapus Penulisnya
Kisah lucu yang akan sayah post ini sebenarnya bukan pengalaman pribadi. Tapi pengalaman adek sayah kemarin. La trus kenapa di posting di sini Ros, alasannya simple saja:
- adek sayah belom punya blog
- sayah masih punya andil dari kejadian kemarin
- biar jari ini ada sedikit kerjaan buat klethak-klethik
- dan yang jelas, ini blog biru muda sayah jadi suka-suka sayah
sudah ah, sayah tidak mau debat lagi. Tujuan awalnya kan bukan untuk debat tapi sayah mau cerita kejadian lucu (menurut sayah). Ceritanya begini…
Kemarin, tepatnya 21 oktober 2008 waktunya sayah memenuhi kewajiban bayar cicilan motor sebelum jatuh tempo tanggal 22 oktober. Karena sayah dapat giliran kerja masuk shift pagi, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pembayaran sendiri. Maka sayah minta tolong adik supaya membayarkan cicilan tersebut ke sebuah perusahaan keuangan swasta. Sebelum dia berangkat, sayah minta tolong diantar ke tempat sayah mengais (emang ayam ya?) rezeki.
Sebelom berangkat, sayah memberi sedikit (wejangan) pesan karena dia belom mengerti cara antri dan membayar. “Dik, nanti kalau tidak ada orang yang antri, langsung saja bayar ke kasir” pesan sayah, “kalau banyak yang antri, masukkan kartu cicilan ke kotak (antrian) di depan kasir” tambah sayah. “iya kak” jawab adik tanda mengerti.
Sampai di kantor keuangan tersebut adik sayah masuk, seperti biasa disambut satpam-satpam jaga. Sesuai pesan sayah, begitu masuk dan melihat banyak orang antri dia dengan PDnya memasukkan kartu cicilan ke kotak di depan kasir. Namun tak dinyana dan tak diduga, satpam berkata “lo, salah mas !” disambut gelak tawa orang-orang yang datang lebih dulu. Adik sayah baru sadar salah memasukkan, setelah kartunya nyemplung dan melihat tumpukan uang di dalam kotak tersebut. Ah, ternyata adik sayah memasukkan ke kotak amal hahahaha.
Dengan muka memerah menahan malu adik sayah menunggu pak satpam yang dapat tugas tambahan. Yaitu nyukit kartu dari kotak amal, karena kunci kotak amal kan dibawa empunya. “untung gak ada yang kenal aku, kak” kata adik waktu bercerita kisah dudullz-nya, yang sayah sambut dengan tawa diikuti ibu dan bapak. ada-ada saja adik ini..hahahaha.
Oia sobat, punya pengalaman lucu kan? Share dunk, gratis kok hehehe.
Sekitar 2 minggu yang lalu sayah mendapat pesan singkat entah itu di soutbox utawa di komen, setelah coba tak cari-cari gag ketemu lagi tu pesan. Pesannya kurang lebih seperti ini “tolong klik ini donk plisss…” sambil menunjukkan alamat URL-nya. Setelah coba meluncur ke TKP sayah di suguhi aneka iklan tentang PTC (paid to click). Sebuah program yang akan membayar kita bila menuruti aturan main. Berminat sih, tapi sayah hiraukan begitu saja. Hingga akhirnya ketika sayah blogrunning ke sobat-sobat blogger. Disana sayah menemukan iklan sejenis, wah ternyata banyak yang ikut.
Akhirnya sayah coba juga ikut-ikutan ngumpulin recehan di beberapa PTC sekaligus. PTC, sebuah program yang akan membayar kita, setelah kita meng-klik beberapa iklan. Setiap klik membutuhkan waktu kurang lebih 15-30 detik (tergantung PTC yang kita ikuti). Setelah waktu habis, kita bisa tutup window-nya. Atau kalau berminat bisa baca-baca iklan dulu. Kita tidak harus membaca iklan. Jadi sambil window iklan terbuka kita tetap bisa chating, browsing, blogging, dsb. Setiap klik iklan disetujui ‘Done (v)’ kita akan dibayar Rp 100. Lumayan kan?
misalnya:
sehari kita klik 10 iklan x Rp 100 = Rp 1.000
sebulan klik @10 iklan perhari: 10 iklan x Rp 100 x 30 hari = Rp 30.000
bisa dihitung sendiri jika klik iklan lebih banyak lagi
bisa dihitung sendiri juga jika daftar ditiap PTC
oia ini skrinsyut account sayah di beberapa PTC :
1. IndoPTC

PTC lokal indonesia yang membayar membernya dalam bentuk dollar atau rupiah. Pembayaran bisa melalui paypal maupun bank lokal. waktu tayang iklan = 30 detik upah member = Rp 100 per klik. yang berminat bisa
KLIK DISINI.
2. Klik Rupiah

PTC lokal asli indonesia yang pertama kali berdiri. Pembayaran dalam bentuk rupiah melalui bank lokal seperti BCA, dan Mandiri. waktu tayang iklan = 30 detik. upah member = Rp 100 per klik. sampai tulisan ini sayah post sudah memiliki member lebih dari 21 ribu member. Dan telah menggaji karyawannya lebih dari 11 juta. Wow !! Jadi tunggu apalagi ayo ikutan
DAFTAR DISINI3. Langkah Baru
Berbeda dengan PTC lainnya, PTC ini login menggunakan e-mail. Bonus-bonusnya juag banyak. Ada bonus register, bonus login, dan tentunya bonus klik dan referal. Tapi upah yang diterima member tidak selalu Rp 100 per klik. Tergantung harga iklan, tiap iklan harganya tidak sama. yang berminat dengan LB bisa DAFTAR DISINI
Yap, inilah beberapa PTC yang sayah tahu dan sayah ikuti, tentunya masih banyak PTC-PTC lain bertebaran di jagat maya ini. Bisa lokal maupun non lokal, sobat tanya saja ke mbah google atau sobat-sobat lain.
Kalau sobat-sobat perhatikan di tiap skrinsyut terdapat lingkaran dan panah. Nah itu saldo sayah di tiap PTC yang sudah sayah kumpulkan. Bisa sobat sebutkan berapa nilanya? yup memang nilainya kecil,
la wong sayah baru daftar, ya masih sedikit toh. Gimana bisa, baru daftar saldo minta ratusan ribu, kecuali kalau bikin PTC sendiri. Setidaknya skrinsyut itu membuat sobat-sobat, terutama sayah supaya lebih semangat lagi mengumpulkan recehan rupiah
Kemarin admin blog biru muda kaget pas lagi asyik mau bloghunting ke sobat-sobat blogger. Begitu sayah buka browser mata sayah tertuju pada satu tulisan besar warna-warni ‘TheRockoogle’. Nyang sayah tau dan pasti tulisan itu biasanya bertuliskan ‘Google’. ‘The Rockoogle’ terdiri dari kata ‘The Rock’ markas sayah, trus ‘Oogle’ berasal dari kata Google.Kok bisa ya tulisan itu berubah? tanya hati sayah. Apakah ini kerjaan teman sayah. Atau memang di ganti demikian oleh mbah google, ahh tidak mungkin. Dugaan pertama sayah berlanjut dengan mencoba utak-atik, eh berhasil. Nyang bener Ros, gimana caranya ?
Contoh tampilan Google sesudah diubahAh, bagi sebagian orang mungkin sudah tahu caranya. Saya hanya akan berbagi caranya dengan nyang belom tahu saja. Wew, basi Ros ! iya, iya sayah ngerti. Kan sudah sayah bilang, barangkali kali ada nyang ingin mencoba. Barangkali sudah bosan dengan tampilan aslinya. Ingin diganti dengan nama sendiri, seolah nama dari google gitu.
Caranya simple sajah kok. kunjungi
googlemywaydotcom terus tambahkan kata sesuai keinginan sobat sesudah tanda slash ‘/’ . Contohnya ketik
http://googlemyway/Eros Google, trus enter deh. Mudah kan? wew segitu sajah Ros? la iya mau gimana lagi. Hidup sudah ribet, ngapain dibikin ruwet *gak nyambung kan ?* hehe.
Trus kalau pengen tulisan itu muncul tiap kita buka browser tinggal secuil setting saja. Klik Tool> Option di browser (mozilla firefox) utawa Tool> Internet Option (Internet Explorer)
trus masukkan url kreasi sobat tadi di Home Page (mozilla firefox) utawa Address (Internet Explorer). Sekarang klik OK Beres deh, selamat mencicipi….
Lo ada apa Ros dengan bapak presiden ?
habis digebukin iya sama bapak presiden?
*pletakK* diem dulu, biarin sayah kletak-kletik mainin jari-jari kecil diatas tuts-tust mungil ini dulu baru anda sekalian boleh komentar.
Begini ceritanya, hari kamis kemarin sayah dapat kabar utawa salah denger kalau besok Bapak Presiden kita Susilo Bambang Yudoyono mau ke The Taman Dayu, tempat sayah mengumpulkan uang. Trus besoknya, hari Jumat sayah memang melihat pemandangan nyang lain dari biasanya di jalan raya. Polisi dengan jumlah lebih banyak dari biasanya, turut mengatur lalu lintas di wilayah Pandaan. Begitu memasuki area Taman Dayu juga begitu, para tukang sibuk mengecat trotoar. Dalam hati sayah bertanya-tanya “Lah, ini bagaimana sih presiden mau datang kok baru di cat sekarang. Wah persiapan nyang kurang professional ?” Sayapun terus melanjutkan perjalanan masuk ke markas. Hingga siang hari sayah tidak menjumpai tanda-tanda bahwa orang nomor satu di negara tercinta ini akan datang. Suasana diluar nampak begitu biasa sajah seperti biasanya. Sampai akhirnya sayah mendapat surat pemberitahuan akan kehadiran pria kelahiran Pacitan, 9 September 1949 itu. Huhh dasar, kirain hari ini, ternyata hari senin toh. Persiapan pun sudah dilakukan jauh-jauh hari, mulai sabtu kemarin tentara-tentara mulai di siagakan, cebong-cebong terbang alias helikopter pun wira-wiri. Wahh, sayah seperti bekerja di sebuah camp tentara sajah. Bagaimana yah rasanya pada saat hari H kedatangan beliau. Pasti ketat, tidak boleh seorangpun masuk wilayah hijau ini.
Hari H pun datang, sayah pagi-pagi yang masih kelelahan sehabis kopdar semalam sudah berada di markas. Sampai pukul 10.00 wib waktu di jadwalkannya beliau datang, tidak ada nyang spesial, cuma ada beberapa polisi dan tentara berjaga-jaga. Sekitar pukul 12.00-an WIB nampak rombongan sudah datang dengan diiringi suara sirine yang kencang dan pengawalan ketat polisi militer. Karena penasaran sayah pun mendekat ke cendela melihat dari atas markas. Ahh.. biasa sajah tidak ada nyang spesial. Setelah rombongan naik ke area golf Taman Dayu, orang-orang pun bebas lalu-lalang. Tidak ada pelarangan yang berarti. Sayapun memutuskan pulang untuk istirahat.
Sore tiba, seperti biasa sayah bergegas berangkat kerja kembali. Begitu hampir sampai di kawasan Taman Dayu ada orang yang mengingatkan bahwa tidak boleh masuk. Saya terus melanjutkan perjalanan, bukan berarti mennghiraukan orang tadi, tapi barangkali kalau karyawan boleh melintas. Ternyata benar, belasan tentara disiagakan untuk menjaga pintu masuk tengah. “ada apa pak?” tanya sayah. “gak boleh masuk !” jawab salah satu diantara mereka. “lo, sayah mau kerja” pinta sayah. “ia tetap gak boleh masuk” sahut nya. “sayah kerja disini pak” sayah mencoba memberi alasan. “biar kerja disini kek, biar tinggal disini kek, tetap gak boleh masuk. ni bapak tinggal di sini gak bole masuk” katanya memberi penjelasan, sambil menunjuk seseorang nyang juga terjebak gara-gara kedatangan bapak presiden.
Sayapun mencoba masuk lewat jalan tikus. Emang cukup ya Ros jalan tikus dilewati, sstt… udah diem, sayah lagi sebel nih. Jalan tikus tuh jalan alternatif, jalan lima tapak dari kampung sebelah. Lo kok lima tapak? iya, kalau bilang setapak kan kecil. Lah ini agak lebar, malah bisa dilewati satu mobil. Untung sajah disini tidak di stop juga, sehingga sayah bisa bebas masuk, meski di tiap gang disiagakan polisi. Sampai akhirnnya sayah tiba di markas. Tidak lama berselang, suara-suara sirine pun kembali menjerit keras. Nampaknya rombongan datang lagi untuk menjemput bapak presiden nyang sedang asyik main golf untuk kembali ke istana. Sayapun masuk markas tempat sayah kerja. Sekitar 30 menitan lagi-lagi sirine menjerit-jerit. Nampaknya rombongan bapak presiden sudah turun dari area golf. Sayapun melanjutkan tugas kerja sayah.Gara-gara bapak presiden sayah terlambat masuk kerja. Gara-gara bapak presiden sayah dihadang dan adu mulut dengan para tentara. Fiuh.. Lo kok uda Ros, gak salaman dulu sama beliau, gak pelukan dulu sama beliau, utawa sekedar minta di naikin gaji gitu ? Boro-boro ! jangankan salaman, bisa lihat wajah aslinya saja udah syukur. jangankan lihat wajah aslinya, mana mobil nyang di naikinya sajah gag tahu. Pelat bernomorkan ‘RI 1′ tidak sayah jumpai, tau-tau udah 12 malah 24.
Gimana ya, rasanya berjabat tangan, berpelukan, utawa bicara langsung dengan bapak presiden ? ada nyang pernah ngalaminya gak?
.
Next Page »