Innalillahi.. Selamat Jalan Bapak Aspar

June 2, 2010 by aR_eRos  
Filed under Curhat dan Diary

Ucapkan Innalillahi wainna ilaihi rajiun..

الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون

(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.” (QS Al baqarah 156)

Seperti itulah perintah Allah melalui kitab sucinya Al Quran. Mengucap “Innalillahi wainna ilaihi rajiun” setelah mendengar kabar duka/ musibah.

Selamat jalan Bapak, surga nan indah menunggu mu, amiin.

Jumat, 28 Mei 2010 (Jumat Legi) pukul 21.30 WIB, Bapak saya Aspar menghembuskan nafas terkahirnya  tanpa meninggalkan pesan kepada anak-anak dan istri tercinta. Meninggal tanpa mengeluh sakit, tanpa mengeluh rasa.

Perjalanan menjemput ajal Bapak

Kisah berawal sejak bapak dan adek saya dirampok bulan Ramadhan 2009 silam, motor saya yang dipakai mereka kala itu dibawa kabur 4 kawanan perampok. Semenjak itu bapak mengalami trauma yang sangat. Terutama bagaimana beliau dikalungi clurit yang mengerikan.

Kaget dan trauma tersebut membuah saraf bapak terganggu. Semakin lama keadaan bapak semakin memburuk dan lemah. 3-4 bulan semenjak tragedi itu hanya bisa berjalan lemah didalam rumah. Bidan, dokter, maupun pengobatan rukyah tidak mampu menjawab.

Makin lama kondisi bapak semakin memprihatinkan. Badannya kurus lemas, gak mau makan, hanya bisa minum. Hingga akhirnya 6 hari lalu beliau meninggalkan kami semua. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, selamat jalan bapak. Doa ku, doa kami, semoga engkau tenang di alam sana. Diterima segala amal bapak Eros, diampuni segala dosa dan khilaf dan ditempatkan dalam indahnya surga, amiin amiin ya Rabbal alamiinn.

Ke Pantai Pasir Putih Trenggalek (2-Habis)

March 21, 2010 by aR_eRos  
Filed under Curhat dan Diary

Wehehehe.. kek sinetron ae ya pakai acara bersambung segala. Maunya se cuman nulis satu postingan ae. Pas tak tulis kok panjang amat, udah gitu waktu posting is time out :D

Ini merupakan diary online saya melanjutkan tulisan kemarin berjudul Ke Pantai Pasir Putih Bareng Blogger Ponorogo. Kemarin sampai pada episode motor yang dipakai adeg Olip dan Mb Onyel jatuh terpeleset.

Dimana setelah terpeleset tersebut adeg harus menahan panas karena kakinya terkena kenalpot. Tapi perjalanan pun tetap kami lanjutkan, tanggung.

Serunya liburan di Pantai Pasir Putih Trenggalek

Bukan seperti yang saya duga ternyata. Betapa senangnya adeg ketika sampai di pantai. Bercanda-canda kecil di tepi pantai “Renang ya?” tanyaku “ya harus nuw, jauh-jauh kesini og” jawab adeg. Karena gak bawa ganti saya membeli kaos di deket pantai sekalian sewa ban buat renang.

pantai pasir putih trenggalek 2

klik untuk zoom (dari kiri: ms Dafhy, adg Olip, dan sy Eros. Photo by mb Onyel)

Lo kok pakai ban Ros? gak bisa renang ya? hust, bisa kok dikit-dikit :D sengaja sewa ban yang paling kecil biar gak bisa lepas dari tubuh. Kalau ban yang gede, trus lepas gak bisa ngambil lak modar, tenggelam di pantai, naudzubillah. Gak malu apa pakai ban kecil? Ngapain malu, yang uda bapak-bapak aja pakai ban kecil kok :P

Senangnya bukan main ketika mulai berenang. Adeg pun begitu cerianya. Disusul mas Dafhy yang berenang tanpa ban, ati-ati kebawa ombak lo mas hehehe. Sedang mba Onyel hanya bermain dan jalan-jalan di tepi pantai. Karena emang ga ada rencana untuk renang di pantai.

Berakhirnya keceriaan di Pantai Pasir Putih Trenggalek

pantai pasir putih trenggalek

klik untuk zoom (kiri : Eros, adg Olip, mb Onyel, dan Mas Dafhy. Photo by Visitor)

Matahari sudah makin meninggi, cukup puas juga di pantai dan mulai cape renang sana-sini. Kami pun memutuskan untuk mengakhiri pertualangan ini *halah*. Membersihkan badan sejenak di tempat saya beli kaos tadi. Dilanjutkan makan bakso dan es degan, slurppp.

Usai menyantap bakso kami pun bersiap pulang. Formasi awal otomatis dibatalkan gara-gara kecelakaan. Saya mbonceng adeg dan mas Dafhy mbonceng mb Onyel. Tak ada salip menyalip karena saya selalu dibelakang gak pake ngebut :D

Nyasaaaaaarr

Sampai akhirnya kehilangan mereka berdua. Dengan pede (pede tapi salah) hanya mengandalkan papan penunjuk jalan, saya menelusuri jalan. Henah la kok malah ke arah Malang toh (doh). Padahal tadi nurut ke arah Surabaya. Mestinya kan ke SBY via Ponorogo la kok via Malang *apes.

Mau gak mau harus putar balik sesuai petunjuk dari orang yang saya tanyai.  Dan lebih hati-hati lagi agar tidak nyasar lagi. Meter per meter, kilo per kilo pun kami lewati. Hingga akhirnya sampai juga di Ponorogo, fiuhh. Sungguh liburan yang melelahkan tapi menyenangkan.

Terimakasih untuk semuaa…

Ke Pantai Pasir Putih Bareng Blogger Ponorogo

March 20, 2010 by aR_eRos  
Filed under Curhat dan Diary

Wedew judul e ? hahaha, Blogger imut2? Postingan kali ini bukan posting tembak-menembak. Pdahal tembakannya gak pernah tembus. Kalah sama jagoan-jagoan trafik hehehe.

Tapi mayan dah kebagian visitor sedulit dari pada gak nembak sama sekali. Nah lo nyasar kan, mo posting liburan ke Pantai Pasir Putih Trenggalek malah ngomongin trafik :p kacau dah.

Selasa 16 Maret 2010, saya Eros dan blogger Olip siap-siap berangkat dari rumah pukul 05.45 WIP (waktu Indonesia bagian Ponorogo hehe). Berhenti nunggu sejenak di perempatan Jetis Ponorogo.

Empat Blogger Siap Liburan ke Pantai Trenggalek

Setelah nunggu beberapa menit ternyata guru imut yang juga blogger sudah menunggu, bu Onyel. Disusul pak guru imut pak Dafhy hehe. Tanpa babibu kami berempat meluncur ke arah Trenggalek. Henah lo, pagi tadi belom sarapan kok sudah pada mak wus kabur berangkat kih (doh).

pantai pasir putih trenggalek

klik untuk zoom - Action sebelum Action (Olip, Onyel dan Eros) photo by : Dafhy

Pukul delapan lewat beberapa menit kami singgah di warung soto Trenggalek. Harapan perut kenyang pun terpaksa saya tahan sembari nahan tawa. Napa emange Ros? Lah porsi semangkuk kuecil mana kenyang lo :D ahh dirimu saja gak pernah makan soto. Di Surabaya mangkok e gede loo :p

Kecelakaan sebelum masuk Pantai Pasir Putih

Usai sarapan, kita berangkat meluncur melanjutkan perjalan. Sekitar pukuuull, halah gak tau pukul berapa gak lihat jam kok. Kita sudah hampir beberapa meter menuju lokasi. Namun betapa kagetnya, saya yang di bonceng mas Dafhy melihat deg Olip yang dibonceng mbag Onyel berada dipinggir jalan.

pantai pasir putih trenggalek 2

klik untuk zoom - bercanda sebelum action. (Eros, Olip dan Onyel) photo by : Dafhy

Bukan sedang mampir ke warung, tapi terjatuh. Ya, motor yang di kendarai mbag Onyel dan deg Olip kepeleset pasir saat belokan, astagfirullaah. Sambil menahan sakit deg Olip ganti saya yang mbonceng, karena mbag Onyel tentu shock. Ahh… liburan gak bakal se seru yang kita bayangkan.

Gimana akhirnya liburan 4 blogger ini?
Gimana ceritanya sampai saya pulang nyasar malah mau ke Malang?
insyallah nantikan postingan selanjutnya (padahal gak ada yang baca :d)

Aku Hanyalah Sebatang Lilin

December 3, 2009 by aR_eRos  
Filed under Curhat dan Diary


Aku Hanyalah Sebatang Lilin

Aku bukanlah bulan yang mampu menemani malam
Aku bukanlah bintang yang berkelip diantara bulan
Aku bukanlah mentari yang menerangi bumi
Dan juga bukan api yang akan menyala abadi

Aku hanyalah sebatang lilin
Lilin yang tak selamanya bersinar
Lilin yang akan mati tertiup angin
Lilin yang akan meleleh terkena panas

Aku hanyalah sebatang lilin
Tapi tak ingin menjadi lilin yang bisa dijual murah seenaknya
Tapi tak ingin menjadi lilin yang bisa dipotong-potong tersakiti
Tidak pula ingin menjadi lilin ultah yang dinyalain
ditiup mati kemudian dibuang tak di anggap

Cinta…
Jadikan aku satu-satunya lilin yang akan menemani hari-harimu
Biarkan menyala membara membakar semangatmu
Biarkan menyala membara membakar cintamu
Jangan kau potong-potong sakit dengan pisau cintamu

Puisi Aku Hanyalah Sebatang Lilin ini saya ikutkan kontes Parade Puisi Cinta punya Pakde Cholik. Meski gak punya bakat bikin puisi berharap menang gapapa kan, doain menang ya kawan-kawan.

Next Page »