Ciuman, Siapa Yang Salah ?

January 29, 2009 by aR_eRos  
Filed under Criminality

Selasa (20/01/09). Wah sudah lama tu Ros! iya sih mau di post terlewat terus. Karena banyak yang lebih penting (menurut sayah) yang harus di post duluan di blog biru muda ini. Hari itu sayah ke bengkel untuk service rutin bebek besi sayah. Dari pada nungguin antrian, sayah berniat ninggalin dia di bengkel untuk ke bank isi saldo pulsa.

Belum sempat niat terwujud, seorang mekanik memangil-manggil temannya yang akan pergi entah kemana. Ternyata si mekanik itu tidak memanggil temannya. Dia menunjuk ke arah sebuah perempatan di dekat bengkel yang terletak di kawasan Pandaan Jatim. Orang-orang pun geger melihat adegan ciuman di perempatan tersebut.

Sayah pun tak mau ketinggalan, berjalan cepat menuju lokasi. Ternyata disana baru saja terjadi adegan ‘mesra’. Sebuah truk bermuatan pasir dengan nopol S 8880 ‘mencium’ bus penumpang bernopol D 7590. Bus yang sudah masuk seperempat badan ke perempatan ‘dicium’ paksa oleh truk. Bibir dan muka truk ancur seketika, sedangkan pipi bus yang dicium, (cuma) penyok.

Adegan ‘mesra’ ini terjadi akibat lampu lalu lintas dari arah surabaya yang dilalui bus, mati. Sedangkan dari arah Pandaan, (katanya) tidak normal. Kalau sudah begini siapa yang salah? Truk yang main cium ? Bus yang main serobot? lampu yang error? atau petugas yang lalai? tapi jelas, yang salah bukan yang posting hehe.

Keluarga Saya Terancam

January 16, 2009 by aR_eRos  
Filed under Criminality

Niat baik berujung ancaman petaka mengerikan. Mungkin itulah judul yang pas buat tulisan sayah kali ini. Berubung kepanjangan maka sayah pilih judul itu saja. Lo ada apa Ros, kenapa Ros kok pakai ancam-ancaman dan petaka segala? Ya ancaman itu ‘mengintip’ sayah dan keluarga terutama adik kandung sayah satu-satunya, si Iron.

Ceritanya begini, kemarin Kamis (15/01/2009) tetangga didepan rumah motornya kemalingan. La trus Ros, adik kamu yang nyuri ya? bukaaanN *sttt diem *plakK. Lagi genting-genting na nie, jangan tanya2 dulu, jangan komentar dulu. Pas si maling mau beraksi, Iron melihat tingkah polah yang mencurigakan. Dari gerak-gerik yang ndak wajar.

Si maling seperti ketakutan karena Iron nglihatin dia terus. Si maling pura-pura turun dari motor melihat ke dapur, seolah ngobrol dengan pemilik rumah. Iron mengira dia adalah saudara korban dari jauh. Karena Iron tidak kenal siapa dia. Tanpa curiga lagi Iron melangkahkan kaki pulang dari toko.

Ternyata benar, beberapa langkah menuju pulang, Iron menoleh lagi dam motor dibawa kabur. Beberapa saat kemudian geger motor hilang pun terjadi. Iron sebagai saksi pun urun angkat bicara ciri-ciri maling. Istri sang korban langsung mengantongi nama orang yang menyuruh si maling. Yang menyuruh alias pengatur strategi adalah warga kampung sendiri.

Bila maling dan komplotannya tertangkap maka adik sayah (bukan tidak mungin sekeluarga juga) jadi sasaran balas dendam mereka *ngeri*. Karena si maling bakal menceritakan ciri-ciri anak yang mengetahui tindak-tanduk kepada ‘bos’-nya. Mohon doa dari sobat-sobat sekalian ya. Semoga sayah dan keluarga tidak sampai terjadi apa-apa, amiin.

« Previous Page